Cinta sebagai Kebutuhan Manusia yang Krusial




Cinta merupakan suatu rasa yang familiar bagi seluruh manusia. Cinta memiliki berbagai sebutan dalam berbagai bahasa yang berbeda-beda, namun rasa yang dimaksud dalam bahasa-bahasa tersebut adalah sama, yaitu rasa cinta itu sendiri. Cinta dalam bahasa Indonesia berarti suka sekali, sayang benar, kasih sekali, terpikat (antara laki-laki dan perempuan), ingin sekali, berharap sekali, dan rindu (KBBI, 2015).
Cinta merupakan suatu seni yang membutuhkan pengetahuan dan usaha. Hal yang diperlukan untuk merasakan cinta adalah usaha mencintai daripada usaha dicintai. Orang saling cinta bukan karena adanya fenomena “jatuh” yang seakan-akan meruntuhkan tembok diantara dua manusia yang tidak saling mengenal, namun lebih kepada usaha untuk bertahan dalam menerima dan mencintai orang lain (Fromm, 2005).

MEMBANGUN KESIAPAN BERUMAH TANGGA MELALUI SEKOLAH PRA NIKAH



Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang dengan jumlah penduduk yang cukup besar. Mayoritas warganya terdiri dari orang-orang yang berusia muda. Berdasarkan hasil sensus kependudukan pada tahun 2010 silam, peta kependudukan Indonesia dapat ditunjukkan melalui piramida berikut ini.
Sumber: http://www.bps.go.id

Berdasarkan bentuknya, piramida di atas disebut sebagai piramida penduduk muda atau expansive. Piramida kependudukan semacam ini lazim ditemui pada negara-negara yang sedang berkembang karena angka kelahiran masih jauh lebih tinggi dibanding anggka kematiannya. Akibatnya, jumlah masyarakat usia muda membeludak di Indonesia.
Banyaknya penduduk usia muda di Indonesia perlu diperhatikan secara serius agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Usia muda merupakan fase saat mereka berusaha mengenali dan memahami kehidupan. Tidak jarang diantara generasi muda tersebut ada yang tidak berhasil dalam melewati masa mudanya dengan baik. Mereka terjebak dengan melakukan berbagai aksi kenakalan remaja. Padahal, generasi muda merupakan harapan bagi seluruh bangsa Indonesia untuk memajukan negara.
Salah satu kenakalan remaja yang paling memprihatinkan adalah fenomena seks pra nikah. Penelitian Komnas Perlindungan Anak (KPAI) di 33 Provinsi pada bulan Januari-Juni 2008 menyimpulkan empat hal sebagai berikut:
1.        97% remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno.
2.       93,7% remaja SMP dan SMA pernah ciuman, genital stimulation (meraba alat kelamin) dan oral seks.
3.       62,7% remaja SMP tidak perawan.
4.       21,2% remaja mengaku pernah aborsi. (Munir, 2010)
Fakta di atas cukup mengejutkan mengingat Indonesia bukanlah negara yang sangat liberal seperti negara-negara di belahan dunia barat, bahkan sangat menghargai norma-norma kebudayaan. Namun tampaknya pemahaman akan norma-norma tersebut hanya bersifat artifisial semata, tanpa penerapan yang efektif.

Klik sebagai Pembentuk Kesenjangan Relasi Antaraktivis Organisasi di SMA



Sekolah merupakan wadah penyedia layanan pendidikan. Selain menyediakan pendidikan yang baik, sekolah juga memfasilitasi siswanya untuk mengembangkan diri melalui berbagai organisasi yang tersedia di sekolah. Siswa diharapkan mampu memanfaatkan fasilitas tersebut sehingga dapat menguasai kemampuan-kemampuan yang tidak diajarkan secara formal di sekolah, misalnya mengenai kepemimpinan, manajemen waktu yang baik, dan sebagainya.
Organisasi adalah kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama (KBBI, 2015). Terdapat berbagai macam organisasi di sekitar manusia yang mana keragaman tersebut tergantung dari tujuan yang ingin dicapai oleh anggotanya. Begitu juga organisasi yang terdapat di lingkungan sekolah. Masing-masing organisasi yang terdapat di sekolah memiliki visi dan misi masing-masing. Organisasi juga dapat dijadikan sebagai wadah untuk ekspresi diri yang dapat mempengaruhi eksistensi diri di mata orang lain.
Dalam organisasi sering kali muncul klik. Klik adalah kelompok-kelompok kecil dalam satu organisasi yang bersifat non formal dan tanpa struktur (KBBI, 2015). Anggota-anggota dalam suatu klik biasanya memiliki pemikiran dan kepentingan yang sama. Keberadaan  klik terkadang dapat disadari atau tidak disadari oleh anggota kelompok dalam organisasi yang bersangkutan.